Sejarah Slime


Kisah pengembangan slime untuk  dimainkan dimulai pada awal abad ke-20 ketika ilmu tentang polimer sintetis sedang gencar diterapkan.
Pada tahun 1920an, peraih Nobel Hermann Staudinger meletakkan dasar bagi pemahaman modern kita tentang ilmu polimer. 
Dia menyarankan model molekul baru untuk polimer; satu molekul rantai panjang dan tidak agregat atau senyawa siklik seperti yang dipikirkan sebelumnya.
Pada tahun 1928, modelnya dikonfirmasi dan dibuat ulang oleh Meyer dan Mark. 
Kedua ilmuwan ini mempelajari dimensi karet alam dengan teknik x-ray. Pada tahun 1930an, model Staudinger diterima secara luas dan pengembangan polimer sintetis yang ekstensif dimulai dengan sungguh-sungguh.
Banyak pabrik telah menjual bahan bermain polimer seperti slime selama bertahun-tahun. 
Mainan ini dikenal tidak hanya menghibur anak-anak dan orang dewasa, tapi juga membantu dalam pengembangan ketangkasan dan kreativitas. 
Yang paling awal dari mainan ini adalah material moldable atau mainan yang mudah dibentuk seperti pemodelan tanah liat.
Kebutuhan akan bahan bermain yang lebih baik dan bervariasi menyebabkan perkembangan slime di tahun 1950an. 
Glow-in-the-dark pada slime  kemudian mulai diperkenalkan. 
Selama tahun 1980an, berbagai mainan yang berjenis slime banyak dijual. 
Produk-produk ini biasanya terbuat dari bahan polivinil alkohol, guar gum, atau bahkan susu yang telah difortifikasi.

0 comments